TUMPEK WARIGA

Tumpek Wariga atau lebih dikenal dengan Tumpek Uduh dirayakan umat Hindu setiap hari Sabtu Kliwon uku Wariga, adalah hari turunnya Sanghyang Sangkara yang bertugas menjaga keselamatan hidup segala tumbuh- tumbuhan, tetap subur tumbuhnya, terhindar dari hama penyakit, supaya memberikan hasil yang baik dan berlimpah.

Di beberapa daerah juga banyak menyebut hari ini sebagai Tumpek Pengatag yang merupakan salah satu perayaan umat Hindu Dharma di Bali sebagai persembahan suci yang khusus ditujukan untuk menghormati semua jenis tumbuh-tumbuhan. Disamping itu juga me

Kegiatan ritual yang jatuh setiap 210 hari sekali itu, khusus dipersembahkan untuk tumbuh-tumbuhan, yang selama ini telah mampu memberikan manfaat dan memudahkan bagi kehidupan umat manusia maupun aneka jenis satwa lainnya. Persembahyangan yang ditujukan ke Hyang Widhi - Tuhan Yang Maha Esa, agar melalui tumbuh-tumbuhan umat manusia bisa diberikan kemakmuran dan keselamatan terhindar dari berbagai bencana.


seperti dikutip dari Babadbali,
Bebantenan untuk selamatan ini adalah: peras, tulung sesayut tumpeng, bubur gendar, tumpeng agung, penyeneng, tetebus dan serba harum-haruman. Lauknya guling babi atau itik.
Widhi-widhana untuk keluarga dan diri sendiri : sesayut cakrageni, dan dupa harum, dipersembahkan dalam suasana hening cipta menjernihkan segenap pikiran menuju ketenangan bathin yang mengakibatkan timbulnya adnjana sandhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar